Bulutangkis lagi dan Pindahan Kantor
Seperti sabtu lalu, sabtu ini mas Dadit juga ikut pertandingan bulutangkis. Acara Badger State Games ini juga diadakan di Monona Grove High School. Karena ini pertandingan terbuka ya pesertanya lebih banyak dan lebih jago-jago. Hanya satu-dua orang yang ikut di pertandingan sabtu lalu ikut lagi di sabtu ini. Memang dari awal mas Dadit dan mas Paryono tau kalo lawannya akan lebih tangguh. Game pertama langsung lawannya Cina. Terang aja kalah, wong Cina gudangnya atlet bulutangkis :). Meski kalah nggak langsung pulang lho, tetep bertanding tapi kelasnya menjadi kelas B. lalu bertanding lagi dengan orang dari India, kalah juga, huhuhu.... :(.
Yah, memang mereka yang ikut tanding kebanyakan adalah anggota klub bulutangkis, jadinya memang sudah terasah. Karena kalah lagi, kelasnya menjadi kelas C, turun deh. Tapi game berikutnya mas Dadit menang lawan tim dari Amerika, alhamdulillah.... masih ada harapan..... Pertandingan keempat juga menang lagi dengan lawan juga dari Amerika, ini berarti mas Dadit dan mas Paryono mendapat juara I di kelas C. Tapi nggak dapet medali :(. Yang dapet medali cuma yang juara di kelas A aja, Mereka dapetnya cuma emblem / pita aja. ya, namanya juga nggak ada persiapan dan memang tujuannya untuk mencari pengalaman aja koq :).


Kalo Fasha ? Ya tetep aja seneng. Nggak mau ketinggalan, maunya pegang raket terus. Gayanya sih udah lumayan, hehehe...:D. Main teplak-teplok tapi salah sasaran bisa-bisa kita malah kena pukul raketnya :). Kadang-kadang Fasha ngumpulin shuttle cock terus disusun-susun jadi seperti menara atau dijejer-jejer seperti kereta api terus bilang, "choo...choo...", maksudnya choo choo train :).'Bersama Widya (baju merah) dan Ditya (baju orange)'
Kalo bosen main di dalem tempat pertandingan, ya Fasha main diluar bareng anaknya mas Paryono, Ditya (9 tahun) dan Widya (5 tahun). Mereka ini anak blasteran, ibunya, mbak Melisa orang Amerika yang ngomong bahasa Indonesianya jago banget, malah bisa bahasa Jawa segala :D. Hebat yah... Kalo Ditya dan Widya sih nggak bisa ngomong bahasa Indonesia, ngerti sih sedikit-sedikit. Maklum, pengaruh lingkungan menuntut mereka untuk berbahasa Inggris.
Lalu hari Minggunya saya dan Fasha bantuin mas Dadit dan Sisca mau pindahan ruangan kantor. yang tadinya di Humanities Building pindah ke Helen C White Building, soalnya kantor yang lama udah habis masa kontraknya. Jarak gedungnya sih lumayan deket, cuma 5 menit jalan kaki, tapi pake naik turun lift dan yang beratnya lagi selain mindahin barang-barang seperti dokumen-dokumen, juga pake mindahin lemari besi ! Dan si lemari itu nggak bisa masuk ke dalam mobil , jadinya ya didorong pake trolley ke gedung yang baru. Wah, repotnya.... :(
Fasha sih seneng-seneng aja ikutan jalan-jalan. Malah Fasha nemu gabus kotak komputer dan dibawa kemana-mana. Padahal kan repot jalannya sambil bawa gabus, tapi ya Fasha seneng aja tuh...:).Oh ya sebagian barangnya ada juga yang dipindahin ke gedung lain, namanya Van Hyse Building. Nah gedung ini bagus banget outdoornya. Hijau berbukit-bukit. Jadinya sejuk buat duduk-duduk. Fasha gembira main dibukit-bukit, lari-larian. Beberapa kali nemu pine cone dan dibuat mainan. Ada-ada aja Fasha ini :D
Capek mindahin barang-barang, kita istirahat di Memorial Union Terrace. Pas nyampe di sama, eh... ketemu mas Paryono, mbak Melisa (istrinya) dan Ditya-Widya. mereka lagi duduk-duduk makan hot dog. Duh, jadi ngiler nih. Padahal niatnya kita cuma mo makan es krim, jadinya makan hot dog juga deh :P.'Kiri-kanan = Ditya, Mbak Melisa, Widya, mas Paryono, Heni-Fasha dan mas Dadit'
Fasha seneng banget ketemu teman-temannya :). Lari-larian bertiga manjat kursi-kursi, pokoknya semua yang dilakukan 2 temannya mau diikuti. Di Memorial Union sini kursi-kursinya berbentuk unik dan berwarna-warni. di salah satu pojok ada kursi seperti ini tapi buesarrr ! Untuk naik ke kursi aja sulit bagi Ditya dan Widya, apalagi Fasha, ya nggak bisa lah.... Mumpung anak-anak lagi anteng difoto deh :).Di Memorial Union kalau summer begini rame banget. Hampir tiap hari ada band atau pagelaran musik. Kan asyik tuh duduk-duduk, makan es krim atau makan hotdog sambil mendengarkan alunan musik :).
Memorial Union ini berbatasan langsung dengan danau mendota. jadinya banyak kapal dan canoe berseliweran. bebek-bebek yang lagi berenang juga banyak. Malah ada beberapa orang yang berenang di danau ini. Nekad yah, padahal kan airnya dingin...:). Cantik deh pokoknya, saya aja yang udah berkali-kali main ke sini nggak bosen-bosen mampir lagi.
'Bersama Rifky (baju hitam dan Daniel (baju putih)'.Kemarin juga kita ketemu sama mahasiswa S1 dari indonesia namanya Rifky dan Daniel. Kalo Rifky sih udah beberapa kali ketemu pas pengajian tapi kalo Daniel ya baru sekali ini ketemu. Kita ngobrol nggak lama kok, soalnya udah sore dan udah kecapekan ngangkut barang.

This blog is about our family's living far away from hometown achieving our dreams. We share these stories and experiences, and make new friends from all over the world.


Makasih ya teman-teman atas support dan sarannya untuk menulis surat ke
Nah, hari rabu sore kemarin saya dan Fasha berenang di 

Udah gitu disini juga ada sand poolnya yang sekalian berfungsi sebagai play ground. jadinya anak-anak kalau bosen main air bisa langsung main pasir.
Senengnya lagi disana juga ada ayunan salah satu mainan kesukaan Fasha, tapi berhubung Fasha belum bisa main ayunan tanpa bar pelindung, jadinya mainnya bareng Rachel.



Di mall kita masuk ke
Dari Best Buy kita masuk ke 

Begini ceritanya. Setahun yang lalu, sewaktu Fasha berusia 8 bulan saya membawa Fasha ke studio foto karena saya akan meninggalkan foto Fasha yang 'bagus' maksudnya foto bukan hasil jepretan sendiri, kepada eyang-eyangnya Fasha di Jakarta dan di Yogya karena kami akan pindah ke Madison. Biar bisa dipigura dan dipajang gitu... :).
Hati ini langsung excited :D, Malah saya sempet jingkrak-jingkrak kesenangan. Saya sama mas Dadit berpikir ini adalah rejekinya Fasha, sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke 2 bulan depan.
Sabtu ini kita pagi-pagi udah pergi ke
Memang sih dulu mas Dadit pernah ikutan latihan dan pertandingan-pertandingan waktu SMP dan SMA, tapi itu latihan dan tanding di kampung aja, hihihi...:). Pas masuk kuliah ya udah deh, semua latihannya berhenti. Yah, pokoknya pertandingan ini buat fun aja lah...!
Jalannya pertandingan seru banget. Pertandingan pertama untuk partai tunggal. Pada perempat final, Mas Dadit menang dengan lawan dari Amerika, terus pas semifinal kalah dengan lawan orang dari Cina. Terang aja Cina jago bulutangkis. Atlet-atlet bulutangkis yang bagus kan memang dari Cina.
Belum ada 1 jam istirahat, udah harus bertanding ganda pula. Meski belum pernah latihan bersama sebelumnya tapi hasil yang didapat tidak mengecewakan. Babak perempat final mas Dadit dan mas Paryono berhadapan dengan pasangan dari Kamboja. Alhamdulillah menang. Lalu di semifinal, mereka melawan pasangan Amerika juga menang lagi. Nah, pas di final mereka melawan pasangan Cina-Amerika tetep menang juga. Hore..... ! Akhirnya dapet medali emas... !
Jadi bisa dibilang hari ini mas Dadit bertanding 6 games, alhamdulillah tidak sia-sia. InsyaAllah mas Dadit akan bertanding lagi sabtu depan untuk kejuaraan bulutangkis terbuka. Yang pastinya lawannya juga akan lebih berat dan lebih banyak. Doakan ya teman-teman, semoga dapat medali :).
Udah gitu, tiap ayahnya bertanding minta ikutan berdiri disampingnya. Wah, itu kan jadinya mengganggu ayah dong.... Makanya saya harus sering-sering membuat sibuk Fasha supaya keinginannya buat 'main bulutangkis' bareng ayahnya terlupakan.

Kita baru sampe rumah jam tiga. Terus udah harus pergi lagi jam 6 ke acara makan malam bersama mahasiswa-mahasiswa bahasa Indonesia di UW-Madison di tempatnya pak Dustin Cowell. Istirahat? Nggak sempet.... cuma mas Dadit aja yang tidur sebentar karena kecapekan.
Senang deh lihat banyak orang asing yang mau belajar bahasa Indonesia. Katanya sih, bahasa Indonesia termasuk bahasa yang mudah dipelajari, salah satu alasannya ya karena nggak ada tenses. Membedakannya tinggal ditambah keterangan waktu aja. Udah gitu kita pakai abjad alfabet, bukannya pakai karakter huruf sendiri seperti Jepang atau Korea. 
Saya tuh nggak gitu demen sama lagu barat, kecuali yang bener-bener oke :P. Dulu waktu masih tinggal di Indo seringnya juga beli lagu-lagu Indo yang ngetop seperti lagunya Kris Dayanti, Kla Project, Reza, Yana Julio.
Hm, memang summer begini enaknya jalan-jalan. Hampir tiap hari kita keluar rumah. Seperti week end ini, meski hari panas terik kita ke kampus untuk melihat mekarnya bunga
Waktu kita pertama masuk ke Green House itu ruangannya dingin karena pakai AC, tapi pas mau masuk ke tempatnya Titan Arum langsung jadi panas. Baunya juga, wah... :P. Nggak kebayang deh. Heran juga kok bisa di ruangan AC itu udaranya jadi panas. Ternyata setelah saya baca
Untuk memanaskan diri, bunga bangkai membakar simpanan karbohidrat, yang merupakan rantai pendek proses respiratory dasar. Makin banyak energi yang dikeluarkan untuk memanaskan diri, makin pendek waktunya bila mekar. Makanya bunga bangkai ini akan mekar hanya beberapa hari. Umumnya Titan Arum mekar hanya dalam waktu 2 hari dan selanjutnya menjadi layu.
Saya dan Fasha berangkat bersama dengan Mbak Genti- mas Joko dan Rachel (anaknya), juga Anisa, temannya. Disana kita ketemu kak Yuli dan Frances, anaknya. Wuih, rame sekali, sampe mau jalan aja susyah... :).
Tujuan utama saya dan teman-teman yang lainnya ke festival ini ya naik Wisconsin ducks. Soalnya jarang-jarang kita naik ini. Ducks ini hanya ada di Madison kalau ada acara festival aja. Apalagi saya udah ngebayangin serunya si bebek ini nyebur ke danau :D. Tapi ya ampun.... antrinya aja panjang benerrrr ! Duh, akhirnya kita bagi 2 kelompok. Mbak Genti, mas Joko, Kak Yuli dan Frances antri, lalu saya, Fasha, Rachel dan Anisa keliling-keliling stand buat cari stempel.
Ada hadiah kecil-kecilan untuk anak-anak yang datang kalau bisa melengkapi Pasport Card yang diberi panitia dengan stamp / cap dari sponsor. Ada 8 sponsor yang harus dimintai cap, jadinya saya ikut keliling anak-anak itu. Panas-panas tapi mesti keliling, wah, gerah... ! Tapi seru banget... :). Saya juga ikutan cari stempel untuk Fasha lho. Dan hebatnya Fasha nggak rewel selama kita keliling naik turun tangga, berpanas-panas ria demi mengejar stempel. Sampai keluar banyak keringat. 'Kagum deh bunda sama Fasha :) ' .
Pas mampir ke tendanya Alumni UW Madison ada pembagian balon gratis dan kita bisa masang tattoo gambarnya Bucky si Badger, Maskotnya Wisconsin. Tapi Fasha nggak mau tangannya di pasang tattoo-tattooan itu. Padahal lucu lho...:). Meski Fasha udah dapet balon satu, lihat balon lepas nggak ada yang punyapas kita mau makan es cream di restorannya Fasha minta diambilin. ya, jadinya saya ikat balon dua-duanya ke tangan kanan-kirinya Fasha. Hehehe, geli lihatnya. 'Awas, ntar terbang lho nak...:D'
Di dalam ducks, Fasha duduk dipangku saya. Saya nggak berani kalau kita duduk dipinggir. Takut Fasha gerak-gerak minta pegang air. Tapi ternyata Fasha duduk manis :). Malah anak bule yang duduk disamping yang banyak gerak. Tapi geraknya bukan mau pegang air tapi mau pegang balonnya Fasha, ..... :).
Kita diajak keliling darat sebentar, baru masuk ke danau. Yang bikin deg-degan pas mau masuk ke danau dan pas mau keluar dari danau. Hi... ngeri... Tapi pas udah di tengah danau sih udah nggak deg-degan. Seru deh pokoknya :).
Seperti nggak kenal lelah, kita mampir juga ke standnya craft shop. Disini kita bisa membuat topi summer gratis dan dikreasikan sesuai keinginan kita. Jadi topi dasarnya sudah ada, kita tinggal tempel-tempel huruf atau gambar-gambar yang cantik dan lucu-lucu. Tadinya saya cuma buat untuk Fasha aja, tapi ternyata masih banyak topinya ya saya buat juga deh :). Hasil kreasi sendiri the one and only, hehehe... :D. Lumayan, buat kenang-kenangan...
Makanya saya jadi kasihan sama Fasha masa dirumah telanjang gitu sih..:). Ntar masuk angin lagi. Untung kita punya kolam renang plastik untuk ukuran anak-anak, jadinya bisa dimanfaatkan deh. Urusan pasang kolam juga bukan hal yang mudah. Mana siang-siang panas menyengat, saya niup kolam itu sampe pipinya gembung, hehehe...
Terus pas mau isi airnya juga ada masalah. Kita memang punya selang yang ukurannya lumayan panjang, tapi ternyata ujungnya selang nggak pas sama ujungnya keran air di luar bangunan apartemen. Saya akhirnya coba pasang selang di keran dapur, ternyata sama juga nggak matching ujung-ujungnya. Mau nggak mau terpaksa saya pegangin terus sambil kerannya dinyalain. Untungnya pakai air dalam rumah itu bisa pakai air hangat. Jadi Fasha nggak kedinginan. 'Airnya hangat nggak ya...?'
Setelah sukses isi air, tinggal duduk di dekat kolam sambil minum jus, duh segar.... :). Kalo liat airnya yang biru, wah... jadi pingin ikutan berendam nih...:P. Sekali main air Fasha bisa sampe 2 jam. Fasha bisa ngikutin gayanya Rachel di kolam. Rachel tiduran di tepi kolam, Fasha juga ikutan tiduran. Mana sambil teriak-teriak kesenangan lagi.
Pas Rachel gaya tengkurap, Fasha juga ikutan tengkurap, tinggal kepalanya aja yang kelihatan. Udah gitu kakinya digerak-gerakin, kecipik-kecipik....


